Menambahkan WordPress Admin Melalui MySQL Query

Untuk menambahkan user sebagai admin di WordPress melalui MySQL Query cukup pastekan kode ini dengan terlebih dahulu di edit sesuai kebutuhan

INSERT INTO `wp_users` (`user_login`, `user_pass`, `user_nicename`, `user_email`, `user_status`)
VALUES ('newadmin', MD5('passwordyangbaru'), 'firstname lastname', 'email@gmail.com', '0');

INSERT INTO `wp_usermeta` (`umeta_id`, `user_id`, `meta_key`, `meta_value`) 
VALUES (NULL, (Select max(id) FROM wp_users), 'wp_capabilities', 'a:1:{s:13:"administrator";s:1:"1";}');

INSERT INTO `wp_usermeta` (`umeta_id`, `user_id`, `meta_key`, `meta_value`) 
VALUES (NULL, (Select max(id) FROM wp_users), 'wp_user_level', '10');

Membuat Navigasi di WordPress tanpa Plugin

Membuat vavigasi Di wordpress tanpa plugin ternyata cukup mudah, dengan memanfaatkan fungsi

get_pagenum_link

dan

wp_query

Oke langsung saja ini functions nya.

function danker_pagination($pages = '', $range = 2){
$showitems = ($range * 2)+1;
global $paged;
if(empty($paged)) $paged = 1;

if($pages == ''){
global $wp_query;
$pages = $wp_query->max_num_pages;
if(!$pages){
$pages = 1;
}
}

if(1 != $pages)  {
echo '<div><div>';
if($paged > 2 && $paged > $range+1 && $showitems < $pages) echo '<a href="'.get_pagenum_link(1).'" title="First Page">&laquo;</a>';
if($paged > 1 && $showitems < $pages) echo '<a href="'.get_pagenum_link($paged - 1).'" rel="prev" >&larr; Previous </a>';

for ($i=1; $i <= $pages; $i++){
if (1 != $pages &&( !($i >= $paged+$range+1 || $i <= $paged-$range-1) || $pages <= $showitems )){
echo ($paged == $i)? "<span class=\"current\">".$i."</span>":"<a href='".get_pagenum_link($i)."' class=\"inactive\">".$i."</a>";
}
}

if ($paged < $pages && $showitems < $pages) echo '<a href="'.get_pagenum_link($paged + 1).' title="next page" rel="next" >Next &rarr;</a>';
if ($paged < $pages-1 &&  $paged+$range-1 < $pages && $showitems < $pages) echo '<a href="'.get_pagenum_link($pages).'" rel="next" title="last page">&raquo;</a>';
echo "</div></div>\n";
}
}

 

Paste saja code tersebut di functions.php theme wordpress anda. Kemudian Paste CSS nya di style.css

.pagination {
margin:10px auto;
position:relative;
font-size:11px;
line-height:13px;
width:350px;
}

.pagination span, .pagination a {
display:block;
float:left;
margin: 2px 2px 2px 0;
padding:6px 9px 5px 9px;
text-decoration:none;
width:auto;
color:#555;
background: #fff;

}

.pagination a:hover{
color:#fff;
background: #e54d24;
}

.pagination .current{
padding:6px 9px 5px 9px;
background: #e54d24;
color:#fff;
}

Dan anda bisa pasang codenya di index.php dan atau archive.php dan atau search.php

ini contohnya:
membuat navigasi di wordpress

Download Source : danker_pagination.zip

Cara Mengaktifkan WordPress Multisite di WP 3.5

Bila anda membutuhkan multi site yang banyak dengan satu domain, mungkin cara ini cukup bermanfaat. Apa itu multisite?

Multisite wordpress adalah sebuah jaringan website dalam satu domain dengan sub domain atau sub directory:

contoh

sub1.dankerizer.com

sub2.dankerizer.com

atau

dankerizer.com/sub1

dankerizer.com/sub2

WordPress Multisite is a feature that since WordPress version 3 has been included discreetly right into the install itself. It is a feature that packs a huge punch, allowing 1000s of blogs to exist virtually within one, single WordPress install. It is a great idea for large-scale sites that use multiple sub-domains, blog networks, social networks, or even internal networking for businesses or organizations. While this feature has been around for almost as long as WordPress itself, it is just now getting the attention it deserves – even from WordPress devs.

itu adalah quote yang saya ambil dari tutsplus.

Beikut ini dalah cara2 nya

Pertama : Aktifkan fungsi Multisite

Buka wp-config.php di root folder domain anda. dan masukan code berikut

define('WP_ALLOW_MULTISITE', true);

aktifasi multisite wordpress wp-config

 

Install WordPress Multisite

Klik Install dan anda akan melanjutkan langkah selanjutnya

Setup WordPress Multisite

 

Pastekan kode berikut ini di bawah /* That’s all, stop editing! Happy blogging. */ pada wp-config.php

define('MULTISITE', true);
define('SUBDOMAIN_INSTALL', false);
define('DOMAIN_CURRENT_SITE', 'www.dankerizer.com');
define('PATH_CURRENT_SITE', '/');
define('SITE_ID_CURRENT_SITE', 1);
define('BLOG_ID_CURRENT_SITE', 1);

ganti dengan domain anda

kemudian paste kode berikut di .htaccess

RewriteEngine On
RewriteBase /
RewriteRule ^index\.php$ - [L]

# add a trailing slash to /wp-admin
RewriteRule ^([_0-9a-zA-Z-]+/)?wp-admin$ $1wp-admin/ [R=301,L]

RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} -f [OR]
RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} -d
RewriteRule ^ - [L]
RewriteRule ^([_0-9a-zA-Z-]+/)?(wp-(content|admin|includes).*) $2 [L]
RewriteRule ^([_0-9a-zA-Z-]+/)?(.*\.php)$ $2 [L]
RewriteRule . index.php [L]

Sudah, jadideh multisite wordpress nya. Selanjutnya anda logout dan login kembali dan anda akan menemukan seperti gambar di bawah ini:

Cara Menggunakan WordPress Multisite

Happy Blogging 🙂

 

Source :

  • http://wpdevel.wordpress.com/2011/12/23/core-team-meetup-recap-multisite/
  • http://codex.wordpress.org/Tools_Network_Screen#Create_a_Network_of_WordPress_Sites

Mudahnya Membuat Recent Post WordPress Tanpa Plugin

Dulu, saya sendiri sering pusing saat ingin menampilkan recent post di tempat2 yang biasanya tidak di sediakan oleh theme. Padahal klo dulu dikit2 ngerti tentang PHP atau codex.wordpress.org ga perlu sama sekali make plugin atau ga perlu lagi pusing.

Oke langsung Aja yah, ini saya kasih contoh code untuk membuat recent post dengan menggunakan function.

1. Paste code di bawah ini di functions.php

function postingterakhir(){
$aray    = array( 'numberposts' => 15, 'post_type'=> 'post','post_status' => 'publish' );
$yangbaru    = get_posts($aray);
$tampilan    ='';
foreach ($yangbaru as $baru){
$linkbaru    = get_permalink($baru);
$judulbaru    = get_the_title($baru);
$tampilan .=''.'<li><h3><a title="'.$judulbaru.'" href="'.$linkbaru.'">'.$judulbaru.'</a></h3></li>';

}
$tampilan    .='';
return '<div><ul>'.$tampilan.'</ul></div>';

}

2. Untuk Menampilkan nya

<?php echo postinganterakhir();?>

cukup mudah buanget bukan? silahkan di praktekan 🙂

Belajar Membuat Plugin WordPress #1

Selama ini saya dan mungkin juga anda sering kali melihat plugin keren, bagus, dan di jual. Terkadang klo pas Paypal lagi ada isinya, ga sungkan sungkan kita langsung klik Buy, tapi ketika sudah di pake beberapa kali ternyata kita cuma bisa bilang. Ah ternyata gini doang fungsinya, atau ternyata ga seperti promosinya… Dan saya dulu sering mengalami juga seperti itu, klo di kumpulin2 mungkin ada berapa ratus/ribu dollar mungkin hanya untuk beli plugin selama 3 tahun 🙁

Nah, gimana klo sekarang kita belajar bikin plugin sendiri, sesuai ide sendiri, ato mungkin kita lihat banyak peluang untuk di jual, ya di jual. klo ga di submit ke wordpress.org kan keren. 😀

Langkah Pertama: Pembuatan Folder/Path Plugin

Pastikan anda sudah menginstall wordpress di localhost bisa menggunakan xampp, wamp server, lamp server (linux), dll. klo belum tau caranya silahkan googling dan belajar itu dulu yah.

Saran saya dalam membuat path atau folder plugin:

  1. Hindari penggunaan Spasi pada nama folder
  2. Jika menggunakan 2 kata atau lebih usahakan di gabung aja atau bisa menggunakan dash ( – ) misalnya namapluginku atau nama-plugin-ku.
  3. Usahakan nama folder unik, agar klo kita lupa dan nyari2 bisa gampang ketemu nya.

Oke sekarang kita buat nama plugin contohnya seperti gambar ini:

Langkah Ke Dua : Buat File utama fungsi Plugin.

Contoh aja langsung yah pada gambar ini

nama plugin

Langkah Ketiga: Buat Fungsi Utama Plugin

Nah, disini adalah bagian penulisan code, dan code ini bisa apa aja baik php, javascript css, dan lain2. selama itu masih bisa di akses browser apa aja bisa kita jadikan code plugin. Namun di function utama ini karena extensi utama nya adalah .php maka bahasa yang akan di gunakan pun PHP.

Penulisan Keterangan Plugin

Contohnya seperti ini

<?php
/*
Plugin Name: Nama Plugin Ku
Plugin URI: http://www.url-pembuat-plugin-yang-asli.com
Version: 1.0
Description: Disini di isi dengan deskripsi plugin, kegunaan nya, fungsinya, manfaatnya, bisa di pake apa aja.
Author: Nama Pembuatnya
Author URI: http://www.urlpembuatplugin.com/
*/

?>

Dari situ sebenarnya anda sudah berhasil membuat plugin, tapi belum ada fungsinya. Klo ga percaya coba cek di halaman /wp-admin/plugins.php

Plugin Sudah Jadi

Mudah banget kan cara membuat Plugin?

Nah, nanti kita lanjutkan di Bagian #2 dan seterusnya. Namun biar ada persiapan, sebaiknya buat anda yang belum familiar dengan code baik php, css, dlsb bisa belajar di php.net atau searching2 di google.

Sampai Jumpa 🙂